Perawat berdiskusi

Perawat Sexy

Posted by diskusiperawat on November 23, 2008

Kesan pearawat seksi bukanlah suatu hal yang aneh lagi didengar oleh masyarakat umum. Nah oleh karena itu, sebenarnya apa seh yang masyarakat ketahui tentang busana yang dikenakan para perawat dan diharapkan dari para perawat….??
Ini ada tulisan yang dibuat oleh Bidang Informasi dan komunikasi Media Dinul Islam Keperawatan UNSOED yang penasaran tentang peraturan yang dulu itu cukup bagus dibudayakan mengenai kewajiban para mahasiswa keperaeatan untuk mengenakan baju hem atau kaos berkerah dan tidak diperkenankan mengenakan jeans. Tapi kini…Baca aja deh wawancara yang satu ini….

Duh… sebenernya kita tu hidup di zaman apa cee…?? Siti Nurbaya??bukan kan? Liberalkah…???Tapi… kata orang2 tu kita udah di abad 20,udah zaman’a kebebasan… Masak masalah pakaian ajah di atur-atur,ya… g ce??? ( bicara dalam kontek apa nech?) Yaa… klw bicara masalah baju,pasti semua jg nanggepin, pa lg kaum hawa ( hayoo jjr g???) Klw masalah baju jogging, bu2, show or pengajian tentu’a beda kan ma baju bat jagong alias “mantenan” he..he… Ini nech… topic yg seru bt Qt telusuri,coz hal ini udah jadi kontovesi di kalangan mahasiswa keperawatan, any times ‘n any where… tim infokom medis langsung bergerak bwt nyari kebenarannya,biar ga’ ada kecurigaan dan prasangka2 buruk. Ini hasil wawancara dengan Bp.Asrin MN (ketua jurusan keperawatan) dan Cecep Tri Wibowo (Presiden BEM KMJK ).

Benarkah sudah dirancang UU/SK tentang pakaian di keperawatan?
Soal dikeluarkannya aturan pakaian tersebut kita masih butuh sosialisasi dengan mahasiswa. Melihat realita saat ini, banyak masukan dari pihak dosen, mahasiswa dan bahkan masyarakat umum yang menilai bahwa pakaian yang dikenakan mahasiswa keperawatan unsoed sudah tidak pantas lagi. Dengan pakaian yang ketat, sepatu tanpa kaos kaki sampai dengan rambut yang dicat. Hal itu sudah menjadi perbincangan hangat dikalangan dosen, mengenai pencitraan seorang perawat.

Kapan SK itu keluar pak??
SK akan dikeluarkan jika mahasiswa sudah tidak mampu dikendalikan lagi, tetapi dalam hal ini kita tetap akan “berembuk” dulu dengan dengan mahasiswa. Dalam arti kita tidak memutuskan dari salah satu pihak saja. Untuk itu silahkan mencari waktu yang tepat untuk mendiskusikan bersama masalah ini.

Atas dasar apa SK tersebut dibuat?
Pada waktu sarasehan di diesnatalis ke- 2 telah disepakati bersama bahwa pakaian yang dikenakan untuk kuliah harus sopan, bersepatu, baju/kaos berkrah. Dalam hal ini kita masih mentorerir adanya celana bahan/kain. Padahal kita tahu bahwa di UNPAD hal tersebut sudah dilarang. Kita ingin meluruskan saja aturan yang telah kita sepakati.

Apa tujuan dibuat aturan seperti itu?
Bidang sains kita adalah keperawatan dimana kita menyediakan jasa untuk konsumen yang membutuhkan pelayanan dari kita. Konsumen tersebut adalah manusia secara langsung. Dimana pandangan secara umum, penampilan sangat berpengaruh. Untuk itu kita harus dapat menyesuaikan dengan batas lingkungan social budaya yang ada di masyarakat.

Terus kenapa harus non jeans?
Sebenarnya patokannya bukan jeans atau non jeans tapi, sopan dan tidaknya pakaian itu dipakai. Dipandang oleh masyarakat umum dan disesuaikan dengan profesi kita untuk dimasa datang.

Jika peraturan itu keluar, pakaian seragam atau sebatas rok dengan baju/kaos berkerah?
Itu semua akan dikembalikan kepada mahasiswa, bagaimana yang diinginkan oleh mahasiswa. Bagaimana semuanya bias tertib dan dapat dikendalikan. Semuanya dapat dibicarakan baik-baik, jangan termakan oleh isu-isu yang menjerumuskan.

Kan udah dewasa, masak pakaian aja di atur-atur pak?
Makanya itu, sudah dewasa seharusnya dapat berfikir tentang masa depan seorang perawat itu bagaimana? Menjaga kesopanan dalam berpakaian, itu sudah menjadi hal yang wajib. Karena jika hal itu diabaikan, maka kita tidak dapat diterima di masyarakat. Ingatlah bahwa tugas kita adalah memberikan pelayanan langsung terhadap manusia. Dan sebenarnya kita tidak mengatur-ngatur aja, toh itu buat kalian sendiri. Akan lebih baik jika dapat dibiasakan.

Apakah hal seperti itu tidak akan membatasi kreatifitas mahasiswa??
Sebenarnya tolak ukur kekreatifan mahasiswa itu tidak hanya dilihat dari segi mereka menggunakan pakaian atau baju yang sedang tren. Tetapi kekreatifan sebagai seorang mahasisawa dapat ditunjukkan dalam hal lain yang dapat berguna bagi orang lain, baik dari segi ilmiah ataupun social budaya.

Dilain tempat ‘n waktu,tim infokom Wawancarai jg mz.Cecep ( presiden BEM KMJK-Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarega Mahasiswa Jurusan Keperawatan-UNSOED )

Gimana tanggapan BEM tentang pengeluaran SK pakaian keperawatan?
Pada dasarnya BEM sepakat jika mahasiswa berpakaian rapid an sopan, hanya saja perlu ada batasan-batasan yang jelas antara yang rapi dan yang tidak rapi. Maka dari itu jika SK kajur tentang peraturan ini dibuat, harus ada semacam uji kelayakan peraturan. Dalam hal ini peran keterlibatan mahasiswa sangat penting. Agar tidak timbul kontrovesi yang terlalu besar. Jika kita melihat UU sisdiknas no.20 tahun 2003, sebenarnya sudah diatur tentang tata tertib semacam itu, yang diaplikasikan di unsoed ini dengan memakai baju atau kaos berkrah dan bersepatu. Jadi, kalau program ingin mengeluarkan peraturan turunan maka harus ada uji formil dan materiil. Harus jelas sisi histories dan hirarkisnya kenapa peraturan itu harus dibuat.

by Bidang Informasi dan komunikasi Media Dinul Islam Keperawatan UNSOED

(artikel di copy paste dari albadroe.multiply.com)

==============================================================

Artikel yang dimuat di multiply.com ini ditulis (dipublished) tgl 21 Desember 2007. Sayang ketika kami hendak mengirimkan reply di websitenya langsung ternyata dibutuhkan account di multiply.com juga, yang kebetulan hingga saat ini kami belum memiliki account disitu. Maka kami memilih meng-copas artikel itu dan me-reply-nya di weblog yang berbasis wordpress ini agar bisa diakses dan didiskusikan oleh teman2 semua.

seingatku dulu di kampus ada peraturan untuk mahasiswa perawat. yang panjang roknya harus sekian cm dari bawah lutut, rambutnya harus dirapiin, model bajunya, dll. nah, berarti sebenarnya dari pendidikan perawat sudah ada concern untuk menjaga pakaian dinas tsb agar tetap rapih,tidak bikin ‘sakit mata’, dan tentu buat perawatnya bisa luwes bergerak, bekerja.

klo kemudian roknya dimodelin (dipendekin,etc) itu berarti sudah diluar pendidikan, dengan kata lain sudah di tempat kerja. disitulah peran pemberi kerja (yayasan, rumah sakit, badan pemerintah, lembaga, perusahaan,etc) agar memiliki peraturan yang mengikat mengenai pakaian kerja seorang perawat. Pakaian seorang perawat di perusahaan (contohnya: perusahaan tambang) tentu akan berbeda dengan pakaian dinas perawat di RS di Jakarta atau lainnya. Dengan pakaian yang dinas yang rapih, bersih, dan tentu saja akomodatif untuk pekerjaannya diharapkan pekerjaan si perawat tidak akan terganggu.

salam,

diskusiperawat.co.cc

==================================================================

bagaimana pendapat anda?

3 Responses to “Perawat Sexy”

  1. annidaazmi said

    saya seorang perawat tapi saya juga seorang muslim.. jelas ada dilema yang terjadi ketika seorang perawat harus memakai pakaian perawat yang sudah ditentukan dengan pertarungan batin sebagai seorang muslim yg diperintahkan Allah untuk memakai pakaian muslim/muslimah. banyak kasus yang terjadi karena dilema itu. padahal pakaian muslimah yaitu jilbab (pakaian panjang seperti jubah) dan kerudung malah menambah positif dan banyak manfaat yang didapat. selain kecantikan dan keanggunan bukankah jilbab dan kerudung bisa mencegah infeksi nosokomial??? dia bisa menjadi benteng dari kuman yang masuk ketubuh. bahkan dengan model sekarang tidaklah membatasi kerja dari perawat itu sendiri.
    oleh karena itu saya berharap agar dunia pendidikan khususnya dunia kesehatan peduli dan bahkan mewajibkan paling tidak menganjurkan agar bagi muslimah bisa mengenakan jilbab dan kerudungnya. ini berarti dunia pendidikan juga telah menganjurkan kebaikan. dan ini juga bentuk kalo mereka masih seorang muslim yang peduli dengan saudaranya.

  2. nia said

    perawat sexy…..jangan dong!!!
    perawat memang dituntut untuk berpenampilan rapi dan menarik, tapi menurut saya menarik tidak harus sexy.
    saat ini perawat dengan desain seragam yang beragam akan menambah nilai kerapihan dan kewibawaan tersendiri.
    perawat justru harus menunjukan sikap elegan, cerdas, dengan diimbangi performa yang baik tentunya…….
    tapi kadang saya suka risih ngelihat perawat yang kumel dan gak rapi, jadi gak percaya klo dirawat sama perawat yang kayak gitu.

  3. badrus said

    wah..tulisan saya didiskusikan disini ya…he..he..Memang banyak hal/pendapat kalosudah ngomongin pakaian.ASyik.Tapi entah kenapa kadang ada beberapa yang hanya beralasan ribet dll,pakaian muslim itu dihambat.
    smg semua perawat juga punya rasa malu berpakaian tidak sopan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: