Perawat berdiskusi

Jenjang karir Perawat

Posted by diskusiperawat on November 23, 2008

Jenjang karier merupakan sistem untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme sesuai dengan bidang pekerjaan melalui peningkatan kompetensi.
Pemilihan karir secara bertahap akan menjamin individu dalam mempraktikkan bidang profesinya karena karir merupakan investasi dan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan/imbalan jasa.
Komiten terhadap karir dapat dilihat dilihat dari sikap perawat terhadap profesinya serta motivasi untuk bekerja sesuai dengan karir yang telah dipilihnya.
Penjenjangan karier profesi perawat :
Secara umum penjenjangan karir profesi perawat terdiri dari 4 (empat) bidang, meliputi :
1. Perawat Klinik (PK) : yaitu perawat yang memberikan asuhan keperawatan langsung kepada pasien/klien sebagai individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2. Perawat Manajer (PM) : yaitu perawat yang mengelola pelayanan keperawatan di sarana kesehatan, baik pengelola tingkat bawah (front line manager), tingkat menengah (middle manager), tingkat atas (top manager).
3. Perawat Pendidik (PP) : yaitu perawat yang memberikan pendidikan kepada peserta didik di institusi pendidikan keperawatan.
4. Perawat Peneliti/Riset (PR) : yaitu perawat yang bekerja dibidang penelitian keperawatan/kesehatan

Persyaratan pendidikan dan pengalaman klinik keperawatan :

1. PK I (Novice) : Perawat lulusan DIII telah memiliki pengalaman kerja 2 tahun atau ners pengalaman kerja 0 tahun, dan mempunyai sertifikat PK-I.
2. PK II (Advance Biginner) : Perawat lulusan DIII dengan pengalaman kerja 5 tahun atau ners dengan pengalaman kerja 3 tahun, dan mempunyai sertifikat PK-II.
3. PK III (Competent) : Perawat lulusan DIII dengan pengalaman kerja 9 tahun atau ners dengan pengalaman kerja 6 tahun, atau ners spesialis dengan pengalaman kerja 0 tahun dan mempunyai sertifikat PK-III.
4. PK IV (Proficient) : Ners (S1 Keperawatan plus pendidikan profesi) dengan pengalaman kerja 9 tahun atau ners dengan pengalaman kerja 2 tahun, atau ners spesialis konsultan dengan pengalaman kerja 0 tahun dan mempunyai sertifikat PK-IV.
5. PK V (Expert) : Ners spesialis dengan pengalaman kerja 4 tahun, atau ners spesialis konsultan dengan pengalaman kerja 1 tahun dan mempunyai sertifikat PK-V.

Sumber : Pedoman Pengembangan Jenjang Karir Profesional Perawat, Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan (2006)

==>> artikel dicopy paste dari http://blog.asuhankeperawatan.com/

============================================================

Menurut rekan2, apakah ‘teori’ diatas berlaku juga di Indonesia?

Apakah perawat dari ke empat bidang diatas dapat saling berpindah posisi (jabatan)? contohnya perawat Klinik yang menjadi perawat Manager, atau perawat Pendidik kemudian menjadi perawat Riset (peneliti)?

Rasanya banyak kenyataan dilapangan bahwa bahkan perawat2 yang baru tamat, alias fresh graduate, dengan asumsi NOL pengalaman, akhirnya ditarik menjadi tenaga pengajar (pendidik). Ya, memang IPK-nya diatas 3,0. tapi apakah IPK itu kemudian bisa menjadi ‘pengganti’ pengalaman 3-5 tahun bekerja di bidang keperawatan?

Silahkan komentar anda

4 Responses to “Jenjang karir Perawat”

  1. hendi said

    Terima kasih sudah berkunjung.
    Sedikit saya berkomentar, tabel diatas menerangkan bahwa seorang PM 1 harus melewati PK II, dan PP I harus berlatar PK III. Mengenai kenyataan dilapangan, saya ga komen deh….

  2. Ramadoni said

    menjawab pertanyaan “tapi apakah IPK itu kemudian bisa menjadi ‘pengganti’ pengalaman 3-5 tahun bekerja di bidang keperawatan?”:
    sama sekali gak bisa, sangat berbeda sensasinya dididik oleh perawat pendidik yang lengkap dengan pengalaman klinik bila dibanding dengan perawat pendidik yang hanya mengandalkan IPK saja, atau kalao di tempat saya sekarang belajar bisa dibandingkan antara dosen yang benar2 berpengalaman klinik dengan dosen yang hanya terjun ke klinik sebatas memenuhi persyaratan menjadi dosen (pengalaman klinik minimal 2 tahun)
    saya pikir itulah kelemahan sistem pendidikan perawat yang ada di Indonesia, belum banyak perawat klinik dengan pengalaman dan ilmu teori yang juga banyak tentunya yang terjun ke dunia pendidikan.

  3. yusuf said

    saya perawat DIII yang bekerja di lingkungan pendidikan SMP/SMA yang kadang saya bingung posisi saya ini perawat apa ya? soalnya disini saya ndak ngajar, hanya duduk di UKS saja.

  4. asep kartiwa said

    Teori diatas ( patricia benner) sebenarnya sudah diadopsi oleh Depkes 2006 dan PPNI,terkait dengan sistem pengembangan karir keperawatan, dalam konteks kekinian para perawat khususnya dgn status PNS dalam pengembangan karirnya masih berkiblat pada aturan Menpan yg masih belum berbasis kompestensi seperti yg telah dirancang oleh Depkes dan PPNI, sudah saatnya dunia keperawatan mengadopsi sistem pengembangan karirnya berdasarkan aturan Depkes dan PPNI yg berbasis kompetensi sebagai sebuah ciri profesi,dan itu insya Allah bisa diterapkan, menanggapi pertanyaan terkait hirarki dan pembagian level karir, idealnya tdak ada pemisahan antara perawat pendidik dan perawat klinik dari sisi perannya, perawat klinik bisa berperan sebagai perawat pendidik ataupun sebaliknya….sehingga diharapkan ilmu yang didapatkan di dunia kampus tidak kontradiksi dgn praktek dilapangan, dan pengalaman klinik adalah sangat penting dalam menunjang pengembangan ilmu pengetahuan di kampus,,jadi sebelum menjadi perawat pendidik atau setelah menjadi perawat pendidik tidak meninggalkan perannya sebagai perawat klinik ataupun perawat manajer, hal tersebut berlaku juga utk perawat riset..(Multy dimention role)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: