Perawat berdiskusi

Perawat??

Posted by diskusiperawat on November 22, 2008

Pernahkah anda berpikir apa sih pekerjaan seorang perawat itu?

Setelah coba cari di kamus besar bahasa Indonesia online (http://pusatbahasa.diknas.go.id), ternyara kata perawat itu sendiri tidak ‘berdiri sendiri’ namun melekat (baca: dibawah) dengan kata Rawat.

berikut copas (copy paste) dari web tersebut,

ra·wat v pelihara; urus; jaga;
inap perawatan pasien dng menginap (di rumah sakit); — jalan perawatan pasien dng cara berobat jalan; — panas Fis perawatan sumur produksi yg dilakukan dng memasukkan minyak panas untuk melelehkan parafin yg terkumpul di dl pipa sumur dan anulus; — pulih memperbaiki, membongkar, atau memeriksa mesin secara saksama dan menyeluruh;
me·ra·wat v memelihara; menjaga; mengurus; membela (orang sakit): mereka mendapat pelatihan cara berjalan dan cara ~ badan dan muka;
me·ra·wat·kan v merawat;
te·ra·wat v terpelihara; sudah dirawat; dapat dirawat: semua perabot dl rumah itu ~ dng baik;
ra·wat·an n 1 yg dirawat; hasil merawat; 2 cak perawatan;
pe·ra·wat n orang yg mendapat pendidikan khusus untuk merawat, terutama merawat orang sakit;
pe·ra·wat·an n proses, cara, perbuatan merawat; pemeliharaan; penyelenggaraan; pembelaan (orang sakit);
~ benih Tan proses mencampur benih dng fungisida dan insektisida sebelum benih diuji atau disimpan;
ke·pe·ra·wat·an n 1 segala sesuatu yg berkaitan dng perawat; 2 perihal cara merawat orang yg sakit

Apakah perawat hanya berhubungan dengan cara merawat orang sakit? diliat dari arti katanya sendiri sepertinya memang demikian. Hal ini menyebabkan tidaklah aneh jika pandangan orang (khususnya orang Indonesia–maaf) hanya memandang perawat sebagai orang yang merawat ibunya yang sakit, kakeknya yang stroke, Opungnya yang perlu dikasi makanan via NGT, dan sebagainya. Pekerjaan perawat dianggap tidak lebih dari pembantu dokter, asisten dokter. Malah ada yang menganggapnya sebagai pembantu. Loh, bukannya yang pake baju putih2 di mall yang suka gendong anak majikannya, suapin anaknya disaat orangtuanya lagi jalan2 itu pake baju putih juga? Jangan heran jika memang apresiasi masyarakat terhadap profesi perawat itu rendah.

Profesi perawat jaman dulu (di Indonesia) cenderung dipilih karena katanya bisa ‘lebih mudah’ dapat kerja. Dimana2 pasti ada orang sakit. Di kampung2 lebih terkenal adanya Mantri Suntik atau bidan dibanding seorang dokter. Kenapa? Dokter2 yang PTT pada rebutan supaya bisa dapat ditempat yang nyaman, aman, dan ‘menghasilkan’ dibandingkan ditaruh di tempat2 yang jauh tersebut. Akhirnya para mantri2 ini-lah yang kemudian menjadi ujuk tombak pelayanan kesehatan.

Bagaimana dengan sekarang? Seiring dengan perkembangan jaman, mudahnya akses informasi, dan pengetahuan yang bertambah, menyebabkan para perawat juga berbenah. Sudah banyak STIKES, atau Fakultas Keperawatan di Indonesia ini yang didirikan untuk menghasilkan perawat2 handal. Namun tantangan selanjutnya datang ketiga para tamatan perawat ini akan bekerja di lapangan. Mampukah dengan skill yang mereka miliki mereka mampu merubah ‘pandangan’ masyarakat terhadap profesi perawat?

Mari kita coba jawab dalam praktek kita sehari2.

Buktikan bahwa kualitas seorang perawat Indonesia jaman ini bebeda dengan perawat di jaman sebelum kita lahir. Buktikan bahwa perawat Indonesia mampu bersaing dengan perawat2 dari negara lain.

Buktikan bahwa perawat Indonesia BISA!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: