Program S3 Keperawatan
Posted by diskusiperawat on November 23, 2008
JAKARTA, KAMIS - Universitas Indonesia (UI) meluncurkan Program Doktor (S3) Keperawatan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Ini sejalan tuntutan dan kebutuhan akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan yang sangat pesat,” kata Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI Dewi Irawaty dalam Peluncuran Program Doktor Keperawatan UI di Jakarta, Kamis malam.
Menurut dia, program doktor keperawatan di Indonesia sudah termasuk tertinggal karena Program Doktor Keperawatan pertama sudah dibuka di University of Columbia sejak 1923.
Indonesia, ujarnya, baru memulai sistem pendidikan tinggi keperawatan pada 1985 dalam program studi Ilmu Keperawatan di Fakultas Kedokteran (FK) UI yang baru berkembang menjadi fakultas mandiri pada 1995 sebagai fakultas ke-12 di UI.
Fakultas ini, ujarnya, baru membuka program magister pada 1999 yang dengan semakin meningkatnya jumlah perawat terdidik maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada pasien dan masyarakat.
Namun demikian ia mengingatkan, bahwa program doktor keperawatan seharusnya dibedakan dengan keperawatan sebagai profesi penunjang dalam praktek kedokteran.
“Program S2 dan S3 itu lebih bersifat akademik yang berbeda dengan praktek. Jalur akademik ini lebih berkaitan dengan keilmuwan dan mengisi kebutuhan di level manajemen, pendidikan, dan klinikal,” kata Kepala RSCM Akmal Taher yang juga hadir.
Program ini, lanjut Dewi, diharapkan mampu menghasilkan lulusan berkualitas unggul baik sebagai peneliti, ilmuwan, pendidik, dan pemimpin di tengah masyarakat dengan kompetensi internasional dan mampu bersaing secara global.
ABD
Sumber : Antara
(artikel di copy paste dari emsik)
======================================================
menurut saya daripada repot ngurusin para S2 yang mo ngambil S3, mending mantapin dulu S2 perawat yang ada di Indonesia. lihat tuh, dimana ada 2-3 perawat S2 bisa berdiri STIKES atau PSIK. Akhirnya PSIK dan STIKES menjamur dimana2. ujung2nya kualitas perawat yang dihasilkan semakin diragukan.
Jangan hanya kuantitasnya yang ditambah, KUALITAS-nya yang harus digodok.
salam,
www.diskusiperawat.co.cc
seandainya ada topik atau isu menarik mengenai dunia keperawatan/emergensi silahkan posting di weblog kami. semoga bisa menjadi bahan diskusi yang menarik.







pemburu dinar, rial, dollar, yen said
S3, nggak salah tuhhhhhhhhhhh
jangan terlalu muluk2 dong, yang ada dulu di perbaiki baru mikirin kedepan
emang indonesia bisa memberikan kontribusi pada perawat.
kalau emang bisa ngapain kita jauh-jauh ke negeri orang
knapa nggak di indonesia aja yang notabenenya tanah tumpah darah ku
atau ini hanya sekedar cari sensasi aja.
nia said
ayo……….majulah perawat indonesia
sebenarnya perawat punya peluang kerja yang menjanjikan baik di indonesia ataupun di luar.tetapi saat ini perawat harus lebih menunjukan kompetensi dibidangnya. permasalahannya, kompetensi yang dipunyai perawat masih dianggap abu-abu dan serba tidak jelas, apalagi mengenai batasan kerja, wewenang dan masih banyak lagi.
organisasi PPNI hendaknya menyelesaikan semua permasalahan ini secara berani dan membuat terobosan-terobosan baru bagi perawat.
saat ini saja perawat dengan nersnya belum dianggap profesi karena dilihat dari golongan PNS saja perawat dengan ners tidak tergolong 3B, karena masih dianggap level akademik
saya berharap organisasi profesi memperjuangkan ini dengan sungguh-sungguh.
Heri Mustopo said
Her San Paris
Apapun itu…. RAWE RAWE RANTAS,MALANG MALANG PUTUNG…
Tiada kata mundur di lidah,bila sudah hati berkata MAJU!!